Sertifikat elektronik berfungsi sebagai indentitas Pengusaha Kena Pajak (PKP) pengguna e-Faktur yang penggunaannya berdasarkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Setiap PKP hanya memiliki 1 sertifikat elektronik kecuali apabila PKP tersebut mempunyai cabang. Apabila PKP pindah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) berarti NPWP PKP tersebut akan berubah (bagian kode KPP) sehingga PKP harus meminta kembali sertifikat elektronik ke KPP yang baru. Sertifikat elektronik dari KPP lama otomatis tidak dapat digunakan.
Wajib Pajak harus membuka Rekening Khusus pada Bank Persepsi yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebagai Gateaway dalam rangka pengampunan Pajak.
Sistem mengakomodasi hanya 1 file dengan ukuran maksimal 40MB.
Perubahan sistem perpajakan yang menyeluruh, termasuk di dalamnya adalah pembenahan administrasi perpajakan, perbaikan regulasi, dan peningkatan basis perpajakan.
Perubahan Berlaku Saat Ini Mulai Berlaku 1 April 2017
Masa Berlaku 70 hari + 6 Bulan 70 hari (kalender)
Nominal dikliringkan Tidak dibatasi Dibatasi maksimal Rp500 juta
Nama penarik/pemilik rekening giro Tidak wajib diisi Wajib diisi di bawah tandatangan atau diberlakukan pencetakan nama pemilik rekening pada agro (personalisasi)
Tandatangan penarik/pemilik Jika salah boleh dikoreksi Tidak boleh dikoreksi
Tandatangan penarik Tidak ada aturannya Harus tandatangan basah
Penyerahan giro nasabah ke teller Bisa oleh siapa saja Harus nasabah pemegang atau orang lain dengan surat kuasa
Proses pencairan giro Tidak diatur Tidak boleh dipindah tangankan
Koreksi penulisan Tidak dibatasi Maksimal 3 kali koreksi pada setiap field isian bilyet giro
Tanggal penarikan dan efektif Bisa ditulis salah satu Harus ditulis keduanya
Pembatalan bilyet giro Bisa dilakukan Tidak bisa dibatalkan
Format bilyet giro Masih boleh menggunakan format bilyet giro yang lama sampai 31 Desember 2017 Mulai tanggal 1 Januari 2018 wajib menggunakan format baru bilyet giro

WHY CHOOSE TM CONSULTANT

150

CLIENTS

50

SEMINAR & TRAINING

5

AFFILIATION